Toyota Fortuner kembali mencatat angka ekspor yang gemilang. Kendaraan utilitas sport (SUV) yang dirakit di Karawang itu, kembali menduduki peringkat satu ekspor mobil Toyota Indonesia. Tidak kurang dari 30.900 unit Toyota Fortuner menyebar ke negeri seberang pada semester pertama 2018. Merayakan pencapaian SUV Toyota yang satu ini tidak ada salahnya sedikit mengulik di balik prestasi ekspor Toyota Fortuner satu dasawarsa belakangan.

Toyota Fortuner pertama kali keluar sekitar tahun 2000. Di Indonesia sendiri, Fortuner pertama kali mengaspal pada tahun 2005. Kala itu, Fortuner yang dijual di Tanah Air merupakan impor dari Thailand dalam bentuk CBU (Completely Built Up). Artinya, mobil berbadan bongsor yang sekilas mirip Toyota Rush ini dikirim dalam bentuk utuh dari Negeri Gajah Putih.

Hanya berselang satu tahun, penjualan Toyota Fortuner naik tajam di Indonesia. Tidak heran, segmen berplatform IMV (International Multi-purpose Vehicle) selayaknya Fortuner memang masih cukup jarang. Platform ini sengaja diupayakan untuk menjawab permintaan model kendaraan kerangka truk ringan yang dapat menembus pasar di 140 negara. Tingginya nilai penjualan Fotuner di Indonesia pun lantas diikuti pemindahan pabrik perakitan dari Bangkok, Thailand, ke Karawang di Jawa Barat.

Tak lagi mengimpor, sebaliknya kini Indonesia justru menjadi eksportir Toyota Fortuner khusus pasar Asia. Pengiriman Toyota Fortuner ke bursa otomotif Asia diupayakan dalam bentuk CBU. Secara kumulatif, total ekspor Toyota Fortuner buatan Indonesia berjumlah lebih dari 410 ribu unit sejak tahun 2006. Angka ini tentu saja akan terus naik seiring prestasi ekspor Toyota Fortuner yang terus berekspansi. (IA)

Tag: Ekspor Toyota Fortuner, Toyota Fortuner, Kendaraan Utilitas Sport, Ekspor Mobil Toyota Indonesia, Penjualan Toyota Fotuner